Empat Kriteria Cewe Idaman

1 comments



TAHUKAH Anda, seperti apa Cewe yang sangat diidamkan pria itu? Cewe idaman setidaknya terbagi menjadi empat kriteria, yaitu:

1. Seorang Cewe yang cantik, pandai bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal penting.

2. Seorang Cewe periang, bertenaga, dapat membuat kita tertawa dan menghibur dikala duka juga penting.

3. Seorang Cewe yang memahami, soleh, jujur, taat beribadah dan dapat dipercaya sangat penting.

4. Seorang Cewe yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir batin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.

Tes Uang Palsu

0 comments

UANG palsu masih saja beredar. Tanpa memiliki alat khusus, kita bisa saja mengets apakah uang yang kita terima asli atau palsu. Berikut cara mengetes untuk mengetahui keaslian uang lembaran kertas.




Tes uang Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000

1. Lipat menjadi empat bagian secara simetris memanjang

2. Tekan uang itu secara perlahan-lahan.

3. Buka perlahan-lahan lipatan uang itu.

4. Bila kacamata Bung Hatta, WR Supratman, atau Ki Hajar Dewantara pecah berarti uang itu palsu.

5. Khusus uang Rp50.000, periksa teks lagunya, kalau bukan Indonesia Raya pasti uang palsu

Tes uang Rp10.000

1. Lipat menjadi empat bagian secara memanjang.

2. Tekan uang itu dengan tekanan secukupnya.

3. Kalau uangnya jadi basah karena kawahnya tumpah atau kalau konde Cut Nyak Dien lepas, berarti itu uang palsu.

Tes uang Rp5.000

1. Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut.

2. Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti itu uang palsu. Apabila tambah panjang berarti palsu juga!

Tes uang Rp1.000

Cari SD Negeri terdekat, cukup taruh di trotoar depan sekolah. Kalau uang itu hilang berarti asli.

Sedangkan uang kertas Rp500 agak susah dites, karena anak-anak SD saja sudah tidak peduli. Satu-satunya cara adalah meremas kencang-kencang uang itu. Kalau monyetnya teriak berarti palsu.

Hanya Ada 3 Hari dalam Hidup Ini

1 comments

Yang pertama: Hari kemarin. (PAST)
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja... .


Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...

Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan
ketakutan akan
esok hari.

masalalu..masa sekarang dan masa depan adalah hidup kita...kita tidak boleh melupakan masa lalu, karena masa lalu bisa menjadi pelajaran yang sangat bergharga bagi kita....kita bisa belajar dari masa lalu...
karena masa sekarang tidak akan ada tampa masa lalu....Rasullullah SAW bersabda orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemaren, dan hari esok lebih baik dari hari ini.

kita tidak akan bisa berbuat lebih baik pada hari ini jika kita tidak memikirkan hari kemaren..dan tentunya kita juga tidak akan berbuat yang terbaik esok jika kita tidak merencanakanya hari ini....

jadi hidup bukan sekedar hari ini..hidup adalah masa lalu, sekarang dan yang akan datang...jangan lupakan hari kemaren karena disana kita bisa menghitung diri....dan janagan lupakan esok hari karena kita bisa buat rencana amalan yang tentunya lebih baik.

Objek Wisata

0 comments



Nah bagi rekan rekan yang hari libur bingung mau kemana kalo lagi ada di daerah puncak maen aja ke wana wisata curug cilember wah Curug Cilember merupakan panorama bukit dengan hamparan pinus merkusi, terdapat pula sumber mata air dan air terjun. Kawasan ini baik memberikan pengenalan alam kepada anak - anak dan bermain - main di alam bebas.(wesss promosi nehhh????)gak kebetulan tempat tuh gak jauh dari tempat gue tinggal and klow kesana mampirr ya ke gubug gueee!!!

kan yang namanya hari libur itu waktunya kita manjain diri jadi jangan kebanyakan tidur mulu lebih baek segerin diri dengan cuci mata liat yang bening bening hehe...

TAEKWONDO

0 comments



Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah raga bela diri Korea yang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.

Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.

Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

TIGA MATERI DALAM BERLATIH

1. Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

FILOSOFI SABUK PADA TAEK KWON DO

* Putih melambangkan kesucian,awal/dasar dari semua warna,permulaan.(mempelajari jurus dasar 1)
* Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.?(mempelajari jurus dasar 2)
* Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari jurus dasar 3)
* Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari jurus dasar 4)
* Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari jurus dasar 5&6)
* Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.(mempelajari jurus dasar 7&8)

Perubahan warna sabuk,harus bisa jurus-jurus. seperti jurus dasar 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8.
Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik - teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik - teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh - musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai 'Subak" , "Taekkyon", " Takkyon" , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti " Hwarangdo" di Silla dan "Chouisonin " di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut " Muye Dobo Tongji " menyebutkan : " ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat ".

[sunting] Koguryo's 'sonbae' dan Taekkyon

Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut 'Sonbae', yang artinya laki - laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara - acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.

[sunting] Shilla's 'Hwarang" dan Taekkyon

Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. " Hwarangdo" adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri " Sonbae " dari Koguryo. Anggota - anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang - orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain " Sirum" / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil - kuil, digambarkan dengan adegan laki - laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla " Subak" dan "Taekkyon" tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik - teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.

[sunting] Taekkyon dari Koguryo ke Shilla

Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. "Hwarang " ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan "Sonbae" di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti "palkwanhoe" dan "hankawi", hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.

[sunting] Masa Pertengahan

Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja - raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut "Subakhui", yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.

[sunting] Masa Modern

Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo - Tonji, yang memuat gambar - gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.

[sunting] Masa Sekarang

Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.
TA

Tidur Dengan Pakaian Longgar

4 comments



Memang paling nyaman tidur dengan piyama atau pakaian tidur yang longgar. Ini bukan tanpa alasan. Dr Maruyama, peneliti dari Sapparo, Jepang juga menyarankannya. Bahkan lebih baik tanpa menggunakan bra.
Mengapa? Pakaian dalam yang terlalu menekan perut atau dada dapat menekan saraf sehingga memengaruhi fungsi organ.

Menurut penelitiannya di awal 2008, penggunaan pakaian ketat saat tidur dapat menimbulkan berbagai penyakit ringan seperti diare, sembelit, pusing dan gatal.

Dengan melepas pakaian dalam, sirkulasi darah akan lebih baik dan lebih lancar. Elastisitas tubuh juga lebih lentur sehingga tidur lebih nyenyak. Tubuh pun akan lebih hangat secara alami. Dan, kondisi kulit akan jauh lebih baik karena memperoleh oksigen lebih banyak.

Islam Tidak Pernah Tidur, Muslim Yang Tidur !!!

0 comments



Kebangkitan Islam di Indonesia, tepatkah terminologi ini?, tanya saya. Jika ada yang bilang kebangkitan Islam, memangnya Islam pernah terlentang?, tanya saya lagi kepada seorang teman aktivis muslim.

“Mungkin maksudnya proses yang membuat Islam bergerak ke arah yang lebih maju,” timpal teman itu, yang merasa terminologi itu tidak salah.

“Lho, memangnya Islam tidak pernah bergerak?” saya balik bertanya lagi. “Islam selalu bergerak, jangan-jangan yang tidur muslimnya?” kali ini saya langsung menukik kepada inti persoalan.

“Bukan Islam yang tidur, mungkin muslimnya. Apa iya sebuah nilai kehidupan kok tidur? Islam tidak pernah tidur dan tidak pernah terlentang; sebagaimana halnya Tuhan yang tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.

Salah menyusun terminologi jelas menyesatkan. Namun karena sudah menjadi hal biasa dan sehari-hari menjadi konsumsi publik, terminologi yang salah kaprah bisa menjadi benar adanya. Terminologi “Kebangkitan Islam” sangat populer. Berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus artikel dan buku menggunakan terminologi ini sebagai tema atau bahkan judul.

Jika merunut dari dialog tadi, tampaknya yang pas memang bukan “Kebangkitan Islam” melainkan “Kebangkitan Muslim”. Jadi, jika pun ada yang disebut-sebut sedang tidur atau harus dibangkitkan bukan Islam sebagai sebuah agama dan nilai kehidupan, melainkan muslim selaku para pemeluknya.

“Jadi yang mesti dibahas muslimnya, bukan Islamnya,” ajak saya lagi kepada seorang teman aktivis itu.

Perbincangan kami pun sampai kepada sebuah kabin multitafsir tentang nilai-nilai Islam itu sendiri. “Salah satu sebab tidurnya muslim sepertinya karena penafsiran tentang agama yang beragam sehingga tidak bersatu. Bukankah sangat relevan antara kebangkitan muslim dan persatuan muslim?” tanya temanku itu.

“Dalam hidup, saya tidak pernah memandang perbedaan, saya selalu mencari kesamaan. Konsensus adalah mencari kesamaan, meskipun hanya satu huruf. Jika ada konsensus yang menghendaki kesamaan dari A-Z, maka tamatlah dunia ini. Jika ada lubang-lubang ketidakcocokan, tidak usahlah digali-gali. Jika yang dicari adalah perbedaan maka di dunia ini terdapat sejuta satu perbedaan. Untuk apa perbedaan dicari jika kesamaan yang sedikit saja sudah bisa menyatukan,” uraiku.

Dari penjelasanmu itu, sepertinya negara Madinah bukan negara berdasarkan agama, bahkan punya warna sekuler?” tanya ketiga temanku lagi. “Mengatur negara jangan dengan dengan sistem sekuler atau agama,” timpalku lagi. Jadi?

Gunakan prinsip Ilahi bahwa tugas pemimpin negara adalah memakmurkan negaranya: mengenyangkan dan mengamankan rakyatnya. Tugas Tuhan dan tugas pemimpin di dunia ini sama, fal ya’budu rabba hadzal bait: al-ladzi atha’mahum min ju’in wa amanahum min khaufin. Itu tugas pemimpin. Pemimpin di dunia harus mampu menjabarkan misi Tuhan itu.

***

Sebagian aktivis muslim yang berkukuh pendapat bahwa kebangkitan Islam identik dengan diberlakukannya syariat Islam. “Tentang hal ini, apa pendapatmu?” tanya ketiga teman tadi mencoba menggali opiniku.

“Coba perhatikan kalam Tuhan, syara’a lakum min al-diin. Tuhan telah mensyariatkan untukmu tatanan: yang telah diberikan kepada Nuh, sama halnya yang diberikan kepada Muhammad, kepada Ibrahim, kepada Musa, dan Isa. Apa visi-misi mereka dalam diin? An-aqimuddin wa laa tatafarraqu fiihi: tegakkan nilai-nilai Ilahiah dan tidak berpecah belah atas nama nilai-nilai Ilahiah itu. Selesai.

Tentang penegakan syariat Islam, bukankah apa yang dibawa Rasulullah Muhammad adalah ajaran syariat di masa lalu Rasul? Bukankah haji, shaum, zakat, shadaqah sudah ada sebelum Muhammad?” jabarku lagi.

Merasa tak puas, ketiga teman tadi mencoba memberi contoh penerapan undang-undang negara di Iran dan Sudan yang disebut-sebut berdasarkan syariat Islam. “Jika hal semacam itu bisa dilakukan di Sudan dan Iran, mengapa tidak di Indonesia. Bukankah mayoritas dari warga Indonesia adalah muslim?” mereka melanjutkan pertanyaan.

“Prinsip Hukum Islam adalah membatasi terjadinya kejahatan seminimal mungkin dan memperluas terciptanya kesejahteraan seluas mungkin. Apapun nama hukumnya. Sekarang, maukah rakyat Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika dibawa kesana?” aku balik bertanya.

“Jadi, Hukum Islam demi kebangkitan muslim tadi tidak perlu diformalkan dengan istilah Hukum Islam. Begitukah?” ketiga teman tadi masih penasaran.

“Serahkan kepada apa maunya rakyat, itulah demokrasi. Prinsip, jangan keluar dari frame Indonesia Raya,” tegasku lagi.

***

“Jadi, kamu yakin jika nilai-nilai ilahiah sudah diimplementasikan, meskipun tidak dalam bentuk formal, lantas permasalahan sosial akan kunjung selesai?” tanya mereka menutup serangkaian pertanyaan.

“Tidak akan selesai selama dunia belum habis. Jika selesai, tugas Tuhan selesai, dong?” simpulku sambil tersenyum simpul.