Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Sujud

0 comments

SUJUDKU

“hei kemana kau akan pergi, kau tak akan bisa lari dari-Nya! Kembalilah pada-Nya maka kau akan bahagia bersama-Nya” seseorang di ujung sana berkata padaku.

“siapa kau!”

“aku adalah seseorang yang peduli padamu”

“aku tak mengenalmu! Dan aku tak tahu apa maksudmu. Pergilah! Kau tak pernah mengerti!.”

“kau salah!aku sangat mengerti dirimu. Karena aku adalah bagian dari hidupmu! Lihat aku.”

“Tatapan itu….mata itu….suara itu….ahhhh..tidaaaaaaaaak.”

Ah…Aku terbangun, melihat sekeliling ruangan.

“Oh. Ternyata mimpi.”

Malam menunjukkan pukul 3 dini hari, aku tak bisa memejamkan mataku kembali, suara itu, kata-kata itu masih terngiang di benakku. Bulu kudukku berdiri ketika aku mengingat orang yang ada di dalam mimpiku itu.

“Apa itu aku…?.” Bisikku lirih.

Aku beranjak dari tempat tidurku. Menatap gedung-gedung yang menjulang tinggi dan jalanan yang sunyi dari balik jendela kamar. Beberapa orang melintasi trotoar-trotoar jalan, entah dari mana. Seorang bocah terlelap di sudut pertokoan itu, meringkuk kedinginan. “Ya Tuhan…kejamnya hidup ini buat anak itu.” Desahku.

Batinku terus menjerit dengan pemandangan-pemandangan yang ku lihat setiap harinya. “Hidup seperti apa yang harus ku jalani. Di mana Engkau Tuhan.”. Ku tuang minuman yang ada dimeja. Ughh…terasa tenggorokan ini terbakar.

Jarum jam menunjukkan jam 4 pagi, tapi jalanan kota masih sunyi hanya beberapa kendaraan yang melintas. Satu yang tak pernah terlewatkan olehku beberapa minggu ini Seorang gadis yang selalu pulang dengan kendaraan mewah. Juga dengan supir yang berbeda setiap harinya.

Sesekali dia menyeka airmatanya. Ia menangis. Make-up yang menempel diwajahnya memudar. Apa yang dilakukannya? Memuaskan nafsu birahi si tua keladi. Itu yang pernah kudengar dari temanku.

Aghh………Aku menghela nafas panjang. Apa dunia sekejam itu. Dimana letak kedamaian yang selalu diagung-agungkan. Ugh….kepalaku mau pecah memikirkan ini semua.

“Tuhan…..dimanakah Kau…” jeritku.

(bersambung)

Gunung & Cinta

0 comments

Gunung dan Cinta

Ada sebuah kisah tentang seorang bocah sedang mendaki gunung bersama ayahnya.

Tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”.

Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?”
Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?”

Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?”

Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.”

Kemudian Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!”

Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!”

Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!”

Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!”

Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu.

Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan
kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.

Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.